Manajemen Keuangan Paroki

Mengurus keuangan memang bukanlah keahlian calon imam dan para imam, tapi mau tidak mau persoalan keuangan harus dikelola dengan baik. Maka, para frater Keuskupan Agung Kupang (KAK) mengagendakan satu kegiatan demi membahas pengelolaan ini yang akhirnya terlaksana pada hari Senin, 28 November 2011 tepat pukul 18.00 wita. Kegiatan ini dimoderasi oleh Ketua Keuskupan Agung Kupang sendiri yakni Fr. Herman Dulo, mantan toper Seminari Menengah St. Rafael Oepoi Kupang. Materi yang mengusung tema Manajemen Keuangan Paroki ini diberikan oleh RD. Ambros Ladjar, yang adalah ekonom Keuskupan Agung Kupang sekaligus Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Kupang. Kegiatan ini dihadiri oleh semua frater Keuskupan Agung Kupang.

Mengawali presentasinya, Romo Ambros memaparkan sumber pendapatan paroki yang bertolak dan berdasarkan pada Kitab Hukum Kanonik. “Sumber pendapatan paroki diperoleh melalui: sumbangan umat, stipendium misa, kepemilikkan paroki, modal (derma yang ditabung), dan simpanan di bank. Pendapatan paroki inilah yang dikelola sebaik-baiknya untuk kepentingan Gereja”, papar pastor yang pernah berkarya di Paroki Buraen ini. Pengelolaan keuangan paroki ini ditempuh lewat beberapa cara mengorganisir keuangan yakni, buku kas untuk mencatat peredaran uang, buku bank untuk mencatat transaksi keuangan dengan bank, buku hutang-piutang untuk mencatat kerjasama dengan lembaga lain, buku debet-kredit untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, dan juga buku harian untuk mencatat secara kronologis operasional per hari atau per minggu.

Mengutip perkataan beliau, “Manajemen Keuangan Paroki ini perlu karena indikasi laporan keuangan harus tepat sesuai aktivitas dan jangka waktu, harus obyektif sesuai jadwal, aktual sesuai kebutuhan, efektif dalam hal responsibilitas dan akuntabilitas, realistik dan transparan. Yang paling penting adalah ada kemauan baik dalam membuat laporan keuangan.”

Di akhir presentasinya Romo Ambros memotifasi fratres Keuskupan Agung Kupang untuk tekun dalam belajar. Tak hanya itu, beliaupun mengharapkan agar para frater KAK menjaga kesehatannya dengan baik. Sebab, bagaimanapun juga kesehatan tetaplah yang terutama.

Satu jam membahas keuangan paroki ini memang tidaklah cukup. Namun, betapa penjelasan ini memberikan pemahaman yang baik dan benar bagi fratres KAK sekaligus memberikan mereka dasar yang cukup dalam hal mengelola keuangan.(ASHP/MN)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s