Temu Persiapan Awal Konser Musik STSM

Tema ini terinspirasi dari pidato Paus Benedictus XVI di hadapan para seniman sedunia. Tugas seni adalah mengungkapkan sesuatu yang tak terbatas melalui yang terbatas.  Contohnya, dari ‘tujuh not’ dapat menghasilkan berjuta-juta lagu yang tak terhitung banyaknya. Demikian penjelasan RD. Leo Mali dalam pertemuan Panitia Konser STSM, malam Kamis (24/11/11) bertempat di kamar makan fratres. Mengutip pidato Paus, RD. Leo mengatakan bahwa keindahan yang  terbatas itu selalu terbuka. Oleh karena itu, semakin digali banyak hal baru yang akan di dapat sehingga kita dapat memberikan sumbangan untuk peradaban ini. Inilah tujuan kita. Kita bergerak dari realitas masyarakat yang sesungguhnya. Kita bergerak dari etnis-etnis yang ada di dalam negara kita ini. Disini kita perlu melihat universalitas dari seni yang  merangkum lahan sampai berpuncak pada religiositas. Agar dari keragaman ini, kita bergerak menuju kesatuan.

Pertemuan yang dimoderasi oleh Fr. Anton Kapitan selaku ketua panitia ini berlangsung kurang lebih dua setengah jam. Beberapa agenda yang dibicarakan dalam pertemuan ini yakni pemilihan tema konser dan  persiapan-persiapannya dari setiap seksi yang telah dipilih. Lagu-lagu yang akan di nyanyikan pun terdiri dari beberapa aliran lagu antara lain lagu-lagu etnis, lagu-lagu nasional, lagu-lagu kontemporer, lagu-lagu religius dan juga diselingi oleh musik instrumen yang mengambil satu nomor lagu dari tiap-tiap jenis musik.

Frater Anton menjelaskan bahwa konser ini akan berbeda dengan konser-konser yang telah terjadi sebelumnya karena konser yang akan terjadi di Kupang ini bernuansa teater. Contohnya: Pantomim ditampilkan untuk mengisi jeda dengan maksud untuk menjelaskan apa acara selanjutnya. Para pengatur kursi diatas panggung pun juga diatur ‘berbau’ teater juga dengan tujuan untuk menjelaskan acara yang ditampilkan selanjutnya. Konser yang dikemas dalam bentuk teater ini dimaksudkan agar mempunyai unsur ‘entertaiment’. Oleh karena itu diperlukan waktu yang cukup dalam latihan karena penampilan antara musik dan vokal keduanya harus saling mendukung satu sama lain.

Tema konser telah ditentukan dan secara khusus bertujuan bagu kaum muda di Kota Kupang dan sekitarnya. Bertolak dari filosofi “Jalan menuju yang tak terbatas melalui yang terbatas”, akhirnya diambil keputusan bahwa konser ini bertemakan “ NASIONALISME YANG SEMAKIN MEMUDAR”. Belum ditentukan dengan pasti kapan dan dimana konser ini akan dilaksanakan tetapi intinya bahwa kita harus mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya, juga kita harus menyerahkan diri kita secara tulus agar apa yang kita harapkan dari konser ini dapat terwujud, ungkap Frater Anton.(Pix/MN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s