MISA IMAM BARU: Apakah Engkau Mengasihi AKU?

Ura-ura baliooo……. Demikianlah sepenggal syair lagu daerah yang berasal dari Ngada ini diudarakan pada upacara penyambutan kedatangan ke-19 imam baru (11/11/11). Penjemputan para imam baru di depan gerbang STSM ini diiiringi dengan tarian ja’i oleh fr. Sipri Intan, dkk. Para imam baru yang disambut itu akan mempersembahkan misa syukur dan pengutusan di kapela Seminari Tinggi St. Mikhael. Mereka datang dan mempersembahkan misa sebagai tanda terima kasih atas apa yang telah mereka terima selama masa pembinaan. Selain itu juga, sebagai satu moment nostalgia, dimana di tempat ini banyak pengalaman tawa dan air mata, untung dan malang yang mereka alami.

Misa syukur itu dipimpin oleh Rm. Kristoforus Dappa Tadi, Pr imam Keuskupan We’etebula-Sumba. Dalam pengantar disampaikannya bahwa kami ke-19 pemuda ini dipilih bukan karena kami suci, pintar atau banyak kelebihan, melainkan apa yang terjadi para diri kami ini merupakan rahmat cuma-cuma dari Allah yang sungguh berlimpah atas perjuangan hidup kami. Kami bangga, sebab yang dulunya hanya bisa berada di bawah, namun sekarang sudah berada di atas dan yang lebih istimewa lagi bisa sealtar dengan para pembina.

Suasana Misa Imam Baru di Kapel STSM

Pada kesempatan tersebut Rm. Arnold Lema, Pr, imam Keuskupan Atambua dipercaya untuk membawakan homili. Dalam homilinya ia menekankan aspek kasih setia yang dilandasi pada pertanyaan Yesus kepada Petrus,”Apakah engkau mengasihi Aku?”. Romo Ale, demikian sapaan akrabnya meneruskan homilinya dengan pernyataan dan pertanyaan propaganda, dimana setiap orang yang ada di komunitas calon imam ini diberi pertanyaan yang sama, ”Apakah engkau mengasihi Aku?” Pertanyaan sederhana namun gampang-gampang susah dalam merealisasikannya. Romo Ale mengatakan bahwa kami adalah gembala dan seorang gembala dapat bertindak penuh sebagai gembala jika ia mempunyai domba. Pelayaan kepada domba-domba itu haruslah dengan kasih setia, karena itu kalimat yang harus selalu terngiang di telinga seorang gembala ialah “Apakah engkau mengasihi Aku?” Inilah sebuah pertanyaan fundamental yang merupakan motivator bagi seorang gembala ketika akan melakukan tugas pastoralnya.

Usai merayakan misa, kemudian dilanjutkan dengan acara makan malam bersama di kamar makan Fraters. Banyak acara yang ditampilkan sebagai tanda dukungan adik-adik frater kepada kakak-kakak romo yang sudah dipercaya untuk mengembalakan domba-domba. Begitupun sebaliknya kakak-kakak romo menyungguhkan satu acara (lagu: kakak menangis) sebagai tanda terima kasih dari kakak-kakak romo atas kebersamaan yang membahagiakan selama ini. RD. Amanche dalam sambutannya mewakili para imam baru, mengatakan bahwa dunia zaman sekarang ini tidak saja membutuhkan imam yang kerja otot, tetapi juga dibutuhkan imam yang mampu mengandalkan otaknya. Kalimat ini merupakan kalimat tantangan bagi kami yang masih berjuang. Kalimat ini sebagai motivasi bagi kami untuk berjuang semaksimal mungkin demi pencapaian puncak imamat, dan bukan imamat yang sia-sia tetapi imamat yang berkualitas.

Acara ini diakhiri dengan saling memberikan bingkisan dan saling berjabatan tangan. Pesan kami kepada kakak-kakak romo, jangan sia-siakah tahbisan suci itu. Kami adik-adik frater yang masih berjuang selalu mendukung melalui doa setiap hari.(JpB/MN)

3 thoughts on “MISA IMAM BARU: Apakah Engkau Mengasihi AKU?

  1. Selamat atas Tahbisan Suci. Ayoo jangan takut, mari rame2 menjomblo demi Dia dan umatNya…
    Banyak salam untuk almamaterku.
    Jayalah sll, Mikhael..!!
    dv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s