Nosce te ipsum

Mengutip ungkapan Socrates di atas, Rm. Ande Kebelen, Pr membuka kegiatan pembinaan bagi para frater tingkat III. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas tingkat III pada hari Selasa (18/10) sore itu mengangkat tema “kenalilah dirimu sendiri.”

“Dengan dan seraya merenungkan yang lain, kita dapat semakin mengenal diri. Mengenal diri artinya kita semakin menemukan diri, mengakui diri dan sadar tentang diri sendiri. itulah langkah awal dalam usaha untuk menyempurnakan diri.” Demikian penggalan ungkapan awal Rm. Ande Kebelen, Pr. Menurut beliau, orang yang tidak mengenal dirinya secara baik mustahil dapat mengenal yang lainnya secara baik. Karena itu, setiap orang perlu berusaha mengenal diri.

Dalam usaha untuk mengenal diri, Rm. Ande Kebelen, Pr menawarkan empat pertanyaan yang disarankan oleh filsuf Immanuel Kant, yaitu apa yang dapat saya ketahui, apa yang harus saya lakukan, apa yang dapat saya harapkan dan apa itu manusia. Dengan berusaha merenungkan empat pertanyaan tersebut setiap orang dapat kembali dan mengenal dirinya sendiri dan juga mengenal yang lainnya secara keseluruhan.

Berkaitan dengan kebutuhan akan tenaga pastoral tertahbis, Rm. Ande Kebelen, Pr mengatakan dengan tegas bahwa imam masa depan akan lebih dibutuhkan dibandingkan dengan para imam masa lampau. Pilihan ini adalah pilihan yang tepat karena Tuhan akan selalu bahkan semakin dibutuhkan oleh dunia. Pilihan menjadi imam sesungguhnya adalah pilihan yang berani untuk melayani sesama. Menurut beliau, aneka kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi memang membuat segala sesuatu menjadi rasional dan serba mudah. Namun di balik semuanya itu manusia justru mengalami kekeringan spiritual dan keterasingan dari dirinya sendiri. Sebab aneka kemajuan tersebut ternyata tidak mampu menjawab segala macam persoalan yang lebih mendasar. Kehampaan hidup terasa saat manusia jauh dari Tuhan dan hidup menurut kemauannya sendiri. Di sinilah letak pentingnya kehadiran dan kiprah seorang imam. Panggilan seorang imam adalah untuk membawa Tuhan kepada manusia dan membawa manusia kepada Tuhan.

“Untuk itu, hal yang paling penting dalam hidup panggilan kita adalah berada dekat dengan Allah, membangun hubungan personal yang intim dan konstan dengan-Nya. Seorang imam perlu memperdalam hubungannya dengan Tuhan dalam doa, misa, brevir, baca Kitab Suci, refleksi dan kegiatan rohani lainnya. Imam itu utusan Allah, jadi imam harus lebih dahulu bersatu dengan Allah, supaya bisa membagikan cinta Allah kepada yang lainnya.” Ungkap Rm. Ande Kebelen, Pr.

Di akhir kegiatan pembinaan itu beliau menghimbau para frater untuk menyadari diri dan jalan hidup yang sedang dihayati. Karena itu, segala hal yang tidak sesuai dengan jalan panggilan sebagai seorang calon imam perlu disingkirkan. Melalui refleksi dan hubungan yang erat dengan Tuhan, diharapkan para frater dapat semakin memurnikan motivasi untuk menjadi imam serta semakin menghayati pilihannya secara mendalam.

“Kasihan kalau ternyata kamu tersesat di tempat duduk sendiri atau malam salah duduk.” Demikian pesan akhir dari Rm. Ande Kebelen,Pr.(ISG/MN)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s