Hidup dalam Aturan

Aturan bukanlah sebuah pilihan bebas setiap orang melainkan sebuah keharusan. Dalam sebuah kebersamaan dan dalam sebuah komunitas pasti mempunyai aturan yang telah ditetapkan. Aturan mejadi sebuah hakekat sebuah kebersamaan. Aturan merupakan sebuah konkretisasi dari hidup yang terencana dan terorganisir di mana pun kita berada. Demikian pun dalam komunitas calon imam Seminari Tinggi Santu Mikael. Aturan itu ada, aturan itu telah disepakati, tetapi aturan tersebut belum dilaksanakan secara maksimal. Demikian penegasan Rm. Herman Punda Panda, Pr, prefek Seminari Tinggi Santu Mikael dalam konferensi umum Minggu, 30 Oktober 2011.

Beliau melihat bahwa masih banyak frater yang sama sekali tidak melihat aturan tersebut sebagai suatu proses pembelajaran dalam persiapan diri sebagai seorang calon imam.  Aturan-aturan yang sudah ditetapkan seolah-olah menjadi sebuah kebebasan yang bisa di buat sesuka hati sehingga banyak terjadi penyimpangan terhadap aturan-aturan tersebut. Menerima tamu sesuka hati tanpa melihat waktunya, keluar asrama sesuka hati tanpa meminta izin, kumpul-kumpul dan bercerita dalam kamar sesuka hati, menerima permintaan pelayanan dari luar sesuka hati tanpa persetujuan; semuanya di lakukan “sesuka hati” oleh para frater.

Oleh karena itu, dalam konferensi yang terjadi pada minggu kelima dalam bulan ini, Romo Prefek menekankan kembali kesadaran kita akan peraturan yang ada di komunitas kita. “Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk hadir, karena jika tidak kehadiran kita hanyalah menjadi sebuah kehadiran yang sia-sia”. Ungkap Imam asal keuskupan We’etebula Sumba ini.(Pix/MN)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s