MISA BERSAMA PER KELOMPOK DIOSES

“Menjadi Imam Itu: Sebuah Proses”
Demikian pokok utama kotbah imam pemimpin misa Fratres Keuskupan Atambua, Rm.Theodorus Silab, Pr tertanggal 06 September 2011. Dalam kotbah, beliau menguraikan tentang bagaimana Yesus, Sang Guru memilih kedua belas rasul dari kalangan murid-murid-Nya. “Sebelum memilih kedua belas rasul, Yesus terlebih dahulu memiliki murid-murid. Dari antara para murid inilah, Yesus memilih dua belas orang yang kemudian kita kenal sebagai rasul. Pengalaman ini menunjukan bahwa menjadi rasul itu sesungguhnya harus melewati sebuah proses. Dengan ini kita juga dapat memahami bagaimana proses menjadi imam. Sesungguhnya menjadi imam itu sebuah proses. Setelah melalui proses yang cukup panjang, barulah seseorang dapat disebut sebagai imam Tuhan”, kata Romo Theo.
Sembari mengingatkan para frater keuskupan Atambua tentang proses menjadi imam, Ketua Jurusan Fakultas Filsafat Agama ini meminta para frater menyadari kalau mereka sedang dalam formasi menjadi imam. Dengan ini, beliau sesungguhnya mengharapkan para frater mengikuti dan sungguh menghargai seluruh proses menuju imamat suci.
Selain itu, dalam kata penutupnya sesaat sebelum berkat penutup, imam diosesan Atambua yang kini menjadi Moderator Fratres Keuskupan Atambua meminta para frater untuk menyadari betapa pentingnya budaya persiapan. “Ketika hendak melakukan sesuatu, betapa pun kecila dan sederhananya sesuatu itu, jangan lupa melakukan persiapan terlebih dahulu. Sebab persiapan itu dapat meminimalisir berbagai kelemahan dan kekurangan saat sesuatu dilaksanakan, sekaligus persiapan menghantar kita menuju kesuksesan dan keberhasilan yang luar biasa ”.
Sejauh pengamatan kami, perayaan ekaristi berjalan cukup hikmat. Seluruh frater terlibat dalam perayaan tersebut. Mudah-mudahan apa yang mereka dengarkan dari pemimpin perayaan ekaristi dapat dihayati sebaik mungkin. (Kapten A)

Sementara itu bertempat di Aula ST. St. Mikhael kelompok keuskupan Agung Kupang melaksanakan perayaan ekaristi kudus dipimpin oleh Rm. Patris.
Misa kudus ini diiawali dengan ibadat pagi bersama. Fratres tingkat I mendapat tugas sebagai sponsor keberlangsungan perayaan misa, dalam mempersiapkan teks-teks lagu, bernyanyi dan hal-hal liturgis lainnya. Begitu pula tingkat II, mempersiapkan ruangan dan selanjutnya tingkat III, membereskan kembali ruangan aula seperti semula. Rm. Patris sangat mengharapkan agar kebersamaan itu hendaknya dimunculkan dalam unio kecil, selama sebagai fratres. Sebab, setelah menjadi imam beragam konflik, peristiwa dan kejadian yang ada merupakan kelanjutan dari dasar yang ditanamkan selama di bangku pendidikan dasar, yakni seminari menengah dan seminari tinggi. Penyebabnya adalah kegiatan liturgi sebagai sumber dan puncak kehidupan kurang dihayati secara benar. “persiapan dan keikutsertaan untuk berpartisipasi aktif selama kegiatan liturgis masih lemah dari jati diri kita”, katanya. Sebuah introspeksi dan tantangan bagi fratres KAK. (9e_R)

Misa Kelompok Dioses Atambua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s