KULIAH UMUM BERSAMA USKUP AGUNG KUPANG

Bertempat di Aula Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui – Kupang, Senin 22 Agustus 2011 Mgr. Petrus Turang, Pr mengadakan kuliah umum membuka seluruh kegiatan civitas akademika Fakultas Filsafat Agama tahun ajaran 2011/2012. Sebuah centilan ringan mengawali tatap mukanya “ketika perilaku manusia hanya diperuntukkan bagi dirinya sendiri, disana diri mengalami krisis. Adalah panggilan mencari kedalaman terhadap realita yang tercengkram di sekitar lingkup hidup, apalagi kita sebagai seorang yang berlabel mahasiswa/I Fakultas Filsafat Agama, UNWIRA” tutur Bapak Uskup Agung.
Dunia kini mengalami situasi krisis dan lewat Ajaran Sosial Gereja sebagai orang-orang yang dipanggil secara khusus tuan-tuan suster, frater, dan mahasiswa untuk membangun manusia. Sebuah niat merupakan langkah awal berlangkah maju ke masa depan. Masa krisis merupakan hal mendesak dan harus dipenuhi segera seperti kelaparan, kemiskinan, dan ekonomi. Memperkaya diri dalam panggilan “ya” bernuansa vocational sebagai altar Kristus dalam menerjemahkan relasi manusia bagi dunia yang makin fundamentalistik, individualistik. Namun ada gejala sosial yang terlihat memiskinkan manusia itu sendiri. Salah satunya adalah Pendidikan Gratis. Lewat pendidikan ini menghasilkan manusia-manusia yang gratis, kepribadian-kepribadian yang gratis; malah telah memasukkan kita pada hal yang semata-mata professional yaitu penekanannya bersifat mekanistik saja. Oleh karena itu, semua kita dipanggil dalam panggilan bersama dengan sikap melayani, dengan analogi “ bukan A dan B, akan tetapi membangun relasi A-B”. Menjadi diri yang tanggap dengan panggilan hidup merupakan kaidah termulia sebagai anak-anak Allah. Mengambil typology gadis bijaksana, pada akhirnya banyak dari kita temukan hidup dengan gagah berani berujar “bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat (LUK 21:28)”.
Setelah mencicipi makanan ringan (snack) moderator memberikan kesempatan menanyakan berkenaan dengan paparan Bapak Uskup Agung. Kesempatan mencari kebenaran dan kegelisahan segenap civitas akademikia yang berfikir filosofis tidak terlewatkan. Pada sesi tanya jawab masing-masing penanya mengangkat persoalan mulai dari budaya sebagai hasil peradaban, tuntutan profesional, telaah ideologi yang melatarbelakangi pemikiran dan penafsiran seperti dalam penerjemahan berbagai bahasa khususnya hal liturgi (et cum spiritu sancto), kritis berhadapan dengan krisis-krisis yang ada seperti ekonomi, pendidikan dan sebagainya hingga pada pernyataan berjalan seiring dengan Yesus Kristus Sang Raja.
Kuliah ini berlangsung dalam suasana bersahabat dan keakraban. Ini dapat dilihat dengan gaya pemaparan Bapak Uskup Agung yang khas dengan moderatornya RD. Hironimus Pakaenoni selaku Dekan Fakultas Filsafat Agama. (9e_R, MN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s